10 Efek Samping Vaksin Astrazeneca Yang Perlu Anda Tahu

Sejumlah warga mengunci diri dalam rumah lantaran merasa sehat dan takut efek samping usai vaksin atau KIPI. Vaksin juga bisa mereduksi beban virus, yang membuat penularan Covid-19 makin lambat. Berdasar knowledge ini vaksin mendapat izin penggunaan dari lembaga pengawas obat-obatan Eropa-EMA dan lembaga serupa di berbagai negara. WHO juga menyarankan, untuk sementara vaksin bisa digunakan bagi personal berusia di atas 18 tahun dan untuk mereka yang tergolong komorbid, yang menghadapi risiko tinggi mengalami gejala sakit berat jika terinfeksi Covid-19.

Hal itu terjadi karena vaksin AstraZeneca yang sudah berizin dibuat dari vektor virus, yang memicu antibodi melawan protein spike dari varian virus corona awal. Sehingga menghadapi virus yang bermutasi, antibodi tidak mengenali sepenuhnya dan memerangi varian bersangkutan. Uji klinis yang dilakukan AstraZeneca pada virus Corona varian asli menunjukkan efikasi seventy six persen setelah pemberian dosis pertama.

HIV dapat menerima vaksin AstraZeneca apabila termasuk dalam kelompok yang rentan mengalami infeksi parah. Namun, hal ini kemungkinan dipicu oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap substansi asing yang masuk. Orang berusia 18 tahun ke atas dapat menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca ini. Laporan lain menyebutkan bahwa penerima vaksin AstraZeneca—bersama dengan vaksin Pfizer-Bio-NTech—yang terinfeksi Covid-19 memiliki persentase yang lebih kecil untuk menularkannya ke orang lain, yakni sekitar 38-47%. Dengan begitu, penderitanya terhindar dari rawat inap intensif di rumah sakit.

Efek samping dari Vaksin Astra Zeneca

Sejauh ini, tidak ada kasus penggumpalan darah yang diakibatkan vaksin AstraZeneca di India. Sebelumnya studi pendahulu sudah dilakukan peneliti Eropa sepertinya di Spanyol, Inggris, dan Jerman. Namun hipotesis ini dibuktikan lewat hasil di lapangan yang terjadi di India karena terbatasnya jumlah serta merek vaksin COVID-19 yang dimiliki. PhD Candidate bidang Global Health Security and Pandemic ini menambahkan kajian mengenai vaksin AstraZeneca sudah dilakukan oleh perkumpulan dokter di Eropa atau European Medicines Agency . Perkembangan itu terjadi pada hari yang sama ketika AstraZeneca dan delapan pembuat obat lainnya mengeluarkan janji yang tidak biasa, bersumpah untuk menjunjung standar etika dan ilmiah tertinggi dalam mengembangkan vaksin mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia telah merespons kekhawatiran ini, dan mengatakan sejauh ini tidak ada alasan kuat untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Namun WHO menyadari bahwa pencampuran ini kemungkinan bisa dilakukan ketika teknologi pengembangan kedua vaksin begitu berbeda. ” Kedua jenis vaksin menstimulasi sistem imunitas Anda untuk mengembangkan antibodi melawan duri ,” terang O’Brien. Meski demikian, WHO menegaskan bahwa rekomendasi ini belum bisa diimplementasikan secara world karena datanya masih terbatas serta peluang pencampurannya pun masih sedikit. “Kita memiliki 15 jenis vaksin yang digunakan di negara-negara yang berbeda,” ujar Direktur Imunisasi, Vaksin, dan Departemen Biologi WHO, Katherine O’Brien. Namun baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ada potensi pencampuran vaksin AstraZeneca dan Pfizer aman dilakukan.

JAKARTA– Setiap obat, termasuk Vaksin AstraZeneca dapat menyebabkan efek samping. Selain munculnya keluhan gumpalan darah, Lareb telah menerima banyak laporan kasus di luar dugaan untuk pembekuan lainnya, seperti trombosis vena dalam dan emboli paru. Apabila mengidap anemia, Anda akan merasakan gejala tubuh lemas dan seperti tidak memiliki energi yang cukup. Vaksin Covid-19 tidak membuat tubuh kebal terhadap infeksi virus, namun cukup mampu membentuk kekebalan untuk melawan virus. Belakangan ini muncul lagi klaim penggunaan masker di Amerika Serikat hanya wajib untuk mereka yang belum mendapat vaksin Covid-19. Liu mengatakan, respons imunologis pada wanita yang terkena Covid-19 berbeda dengan respons pada pria yang terinfeksi virus tersebut, yang dapat menjelaskan perbedaan respons terhadap vaksinasi.